English | Indonesia
   
  Berita YDBA  
  Home » YDBA News  
 

24 Juni 2009
Empat Pensiunan Astra yang Aktif dalam Pengembangan UKM binaan YDBA Berbagi Kiat Sukses

[Jakarta, Red]. Yayasan Dana Pensiun Astra (YDPA) kembali jalin kerjasama dengan YDBA di acara Persiapan Masa Pensiun pada Rabu, 24 Juni 2009. Acara ini merupakan sarana sosialisasi dan sharing pengalaman selepas pensiun bagi 130 lebih pasca karyawan Grup Astra. Kegiatan ini berlangsung di Lt. 8 Ged. Amdi, Sunter-Jakarta Utara.

Sosilasilasi dan sharing tersebut disampaikan oleh empat narasumber yang merupakan mantan Pensiunan Astra yang aktif membantu pengembangan UKM binaan YDBA dan dipandu oleh Moderator dari Astra Management Development Institute (AMDI) Daris Rahman. Keempat narasumber tersebut antara lain Roni mantan Karyawan PT Astra Honda Motor (AHM), Suhardi mantan Karyawan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Sukamto mantan Karyawan Honda Sales Operation (HSO), dan Sartono mantan Karyawan Astra Mitra Ventura (AMV).

Roni yang sudah pensiun sejak 3 tahun yang lalu, saat ini masih aktif sebagai pengajar di Polman Astra. Kepada peserta Roni berbagi pengalamannya yang kini sedang aktif menulis. Di sela-sela kesibukannya, ia menyempatkan menulis buku tentang teknologi Mould dan Dies. Ide ini diilhami dari pekerjaan semasa menjadi Karyawan di AHM. Penulisan bukunya direncanakan akan rampung pada tahun depan. “Pensiun merupakan suatu hal yang pastinya akan kita hadapi. Namun, langkah yang baik adalah bila kita mempersiapkan dari sekarang, agar ke depan kita tidak perlu panik dan buntu.” ujar Roni.

Demikian pula Suhardi. Pensiunan ini juga masih aktif sebagai konsultan UKM Subkon di Grup Astra. Bersama YDBA Suhardi telah banyak melakukan pendampingan kepada UKM Subkon Grup Astra, terutama mengenai pengembangan teknologi UKM. Ia mengaku sangat menikmati pekerjaannya sebagai konsultan. Walapun sudah pensiun ia tetap masih bekerja.

Sementara, cerita dari Sukamto juga tak kalah menarik. Sekarang ia masih aktif sebagai pengusaha di bidang konstruksi baja. Sukamto memilih usaha ini didasari oleh keinginannya untuk menjalani usaha baru yang menantang baginya. “Memang kalau dilihat dari tempat saya bekerja dulu (dari HSO), seharusnya saya membuka bengkel. Tetapi saya menyukai tantangan baru ini. Dan saya bersyukur bisa menjalani usaha ini dengan baik.” ujar Sukamto.

Kalau Sartono bisa dibilang sangat berbeda dari ketiga pembicara lainnya. Selepas pensiun ia memilih menjalani bisnis minimarket dan makanan. Baginya usaha ini cukup mendatangkan tambahan untuk keluarganya. Dari usaha ini ia mengaku mendapat banyak inspirasi wirausaha lainnya.

Pada sesi dialog, peserta nampak antusias mendengarkan cerita sukses dari masing-masing pembicara. Banyak yang mengajukan pertanyaan kepada masing-masing pembicara. Mereka puas dengan keempat pembicara tersebut karena penyelenggara telah menampilkan hal dinamika yang berbeda-beda dari jalur hidup para pensiunan itu. Semoga kegiatan ini dapat menambah inspirasi dan motivasi bagi calon pensiunan sehingga mampu membangun persiapan pensiun yang lebih matang. (AR).